Pray for New Zealand Moslem

Mengutuk aksi terorisme kepada jamaah shalat jumat di New Zealand

Kolaborasi "Pejuang Mimpi"

Hendra Musisi, Sugiri Jafar, dan Rachman Noer Quang, tiga musisi dari label musik Loonaq Record

AJI n RAFI

Munsyid AJI n RAFI dari Yogya

Justice Voice

Mencari Talent Baru

Deen Assalam

Deen Assalam milik Sulaiman al Mughni yang dicover oleh Sabyan Gambus

Senin, 04 November 2019

Pentas PAI Nasional 2019


Penutupan Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) tingkat Nasional IX tahun 2019 oleh Direktur PAI Ditjen Pendis Kementerian Agama Rohmat Mulyana, Ahad (13/10/2019), menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta. Event ini di selenggarakan di Asrama Haji Sudiang Makasar, Sulawesi Selatan, 9-14 Oktober 2019.

Kontingen Provinsi Jawa Barat menempati urutan pertama dengan perolehan 5 piala untuk juara 1. Juga 4 piala untuk juara 2. Termasuk 1 piala untuk juara 3. Serta 1 piala untuk harapan 1, dan 2 piala untuk harapan 3. Total piala yang dibawa pulang oleh kontingen Jawa Barat sebanyak 13 medali. Urutan kedua diraih oleh kontingen Sumatera Barat dan Jawa Timur.

Apresiasi Rohmat Mulyana dalam sambutannya, mengatakan bahwa bahwa para peserta yang hadir adalah para juara atau para pemenang, karena berasal dari juara di masing masing provinsi. Ditegaskan, tidak mudah untuk maju di tingkat nasional. Ia pun mendoakan seluruh yang hadir dalam dalam acara ini, semoga menjadi generasi yang hebat dimasa mendatang.

“Untuk para pemenang, jangan sampai lupa diri, karena kemenangan hakekatnya adalah keadaan terbaik yang harus disyukuri, semoga keberhasilan yang diraih menjadi penajam kualitas pendidikan agama Islam di sekolah,” terangnya.

Kepada para peserta yang belum berhasil menjadi juara, Rohmat juga berpesan, agar terus berlatih dan tidak putus asa. Dikatakan, yang belum menang saat ini merupakan pelajaran berharga untuk mengasah talenta yang semangat lagi dalam berlomba di kebaikan.

“Bagi yang belum juara, jadikan sebagai pelajaran untuk terus mengasah talenta yang dimiliki,” ujarnya.

Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag Jawa Barat, Muhammad Athoilah, mengaku sangat bangga dengan capaian yang diraih oleh utusan Jawa Barat. Menurutnya, apa yang telah di capai oleh para peserta Pentas PAI dari Jawa Barat merupakan buah dari hasil kegigihan para peserta.

“Alhamdulillah, kegigihan peserta dalam latihan selama ini akhirnya terbayar dengan juara umum. Semoga ini menjadi motivasi kami, motivasi pendamping, motivasi siswa untuk terus berusaha memaksimalkan bakat dan minta,” ujarnya.

Dalam Pentas PAI 2019 ada 10 cabang yang dilombakan. Lomba tersebut meliputi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), pidato, Musabaqoh Hifdzil Quran (MHQ), Cerdas Cermat, Kaligrafi, Nasyid, Debat PAI, Kreasi Busana, Penulisan Cerita Remaja Islami, dan Lomba Karya Ilmiah Remaja. Semua lomba diikuti oleh jenjang SD, SMP dan SMA/SMK.

Sumber: Seputar Jakarta

Jumat, 11 Oktober 2019

Expenwa #2


Exotic Competition of Nuurul Waahid
26-27 Oktober 2019

ada Talk Show bersama pemudi cerdas yang lagi ngehits, Sherly Annavita
dan Singing bareng salah satu legend nasyid Indonesia, Justice Voice

ada Kompetisi Hadrah se-Purworejo

tanya-tanya ke mas Azam 081387733072

presented by MA Nuurul Waahid Purworejo

Jumat, 17 Mei 2019

Kolaborasi "Pejuang Mimpi"


Menuangkan pesan-pesan dakwah lewat lagu religi bisa saja dikemas dengan genre musik apapun. Hendra Musisi, Sugiri Jafar, dan Rachman Noer Quang, tiga musisi dari label musik Loonaq Record asal Kota Bandung merilis karya lagu kolaborasi mereka yang berjudul Pejuang Mimpi, pada hari Rabu 15 Mei 2019 pada beberapa stasiun radio di Kota Bandung.
“Lagunya terinspirasi dari puisi klasik karya Iman Syafi’i tentang merantau, yang saya baca dari novel ‘Negeri 5 Menara’ karya Ahamad Fuadi, puisinya saya masukan di lagu, dan liriknya saya padukan dengan pengalaman pribadi saya saat merantau. Sarat dengan makna perjuangan dalam mewujudkan cita-cita, agar tetap bersabar dengan cobaan-cobaan hidup, dan rajin beribadah di tempat perantauan,” kata Sugiri Jafar saat diwawancarai, Kamis 16/5/2019.
Sugiri mengatakan bahwa lagu Pejuang Mimpi juga terinspirasi dari kondisi TKI yang banyak menghadapi permasalahan, berkaitan juga dengan fenomena kenakalan mahasiswa di perantauan, seperti; pergaulan bebas, narkoba, dan bunuh diri.
“Butuh waktu satu minggu lagu ini diaransemen oleh Penih Pens, musisi band indie dari Bandung Barat. Sebelumnya, lagu Pejuang Mimpi ini pernah dikonsep dengan memadukan dengan musik rap, karena menunggu teman rapper dari Malang, akhirnya tak kunjung terwujud. Beralasan kesibukan dan jarak, lagu ini akhirnya saya diamkan sampai tiga tahun. Alhamdulillah, akhirnya Allah mempertemukan saya dengan kang Hendra Musisi saat menghadiri Festival IslamicTunes Jawa Barat 2018, dan saya mengajaknya untuk menggarap lagu ini. Mixing dan masteringnya lagu ini ditangani oleh Fadly Sutyarachman, musisi band indie dari Bandung,” kata Sugiri Jafar, yang pada tahun 2017 lalu merilis lagu solonya berjudul Cinta Sewajarnya.
Sugiri juga mengatakan, “Lagu Pejuang Mimpi ini saya tulis sendiri lagunya, untuk liriknya saya tulis bersama Jahar Haiba, seorang penulis di Jakarta. Saya berusaha membuat karya lagu yang unik. Seperti pada lagu Pejuang Mimpi, lagu ini dikonsep dengan aliran musik pop metal. Unsur pop membuat mentalnya lebih soft, nyaman didengar oleh siapa saja, tidak seperti musik metal biasanya yang ditujukan hanya untuk komunitas tertentu saja.”
Lebih lanjut Sugiri mengatakan, “Yang menyatukan saya dengan Hendra Musisi dan Rachman Noer Quang untuk melahirkan lagu Pejuang Mimpi ini adalah karena faktor lingkungan yang dekat dengan pendidikan pesantren, dan kesamaan niat berdakwah lewat lagu.”
“Lewat lagu Pejuang Mimpi ini kami berpesan bahwa sebagai anak muda kita harus berani merantau untuk mewujudkan mimpi dan harapan. Saat merantau kita harus bersabar, lindungi diri dengan menunaikan shalat, dan dewasakan diri dalam menyikapi problema kehidupan,” kata Sugiri sebelum menutup wawancara.
(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)
sumber: sumatera post 16 Me 2019

Jumat, 05 April 2019

Justice Voice Mencari Talent


Grup Nasyid Senior, Justice Voice (JV) mencari talent baru nih
buruan baca keterangan di bawah & ikutan ya


Selasa, 26 Maret 2019

Lirik Deen Assalam


Lirik Deen Assalam
by Sulaiman al Mughni
cover by Sabyan Gambus

Kalla hadzil ard mataqfii masahah
Lau na’isibila samahah
Wanta’ayasna bihab
Lau tadiqil ardi naskan kalla kolb

Kalla hadzil ard mataqfii masahah
Lau na’isibila samahah
Wanta’ayasna bihab
Lau tadiqil ardi naskan kalla kolb

Abtahiyyat wabsalam
Ansyuru ahlal kalam jainuddin yahtirom
Abmahabbat wabtisam
Ansyuru bainil anam hadahu din assalam

Kalla hadzil ard mataqfii masahah
Lau na’isibila samahah
Wanta’ayasna bihab
Lau tadiqil ardi naskan kalla kolb

Abtahiyyat wabsalam
Ansyuru ahlal kalam jainuddin yahtirom
Abmahabbat wabtisam
Ansyuru bainil anam hadahu din assalam
Din assalam

Abtahiyyat wabsalam
Ansyuru ahlal kalam jainuddin yahtirom
Abmahabbat wabtisam
Ansyuru bainil anam hadahu din assalam

Abtahiyyat wabsalam
Ansyuru ahlal kalam jainuddin yahtirom
Abmahabbat wabtisam
Ansyuru bainil anam hadahu din assalam
Din assalam

(sumber lirik: kapanlagi)

Arti lirik  Deen Assalam

Seluruh bumi ini akan terasa sempit
jika kita hidup tanpa toleransi
namun jika hidup dengan perasaan cinta
meski bumi sempit kita kan bahagia
melalui perlaku mulia dan damai

sebarkanlah ucapan yang manis
hiasilah dunia dengan sikap yang hormat
dengan cinta dan senyuman
sebarkanlah diantara insan
Inilah Islam agama perdamaian

(sumber arti: ngopibareng)

Rabu, 20 Maret 2019

Tragedi New Zealand




Innalillahi wa inna ilaihi raji'un
Allahummaghfirlahum warhamhum wa'afihi wa'fu'anhum
Bagi Para Syuhada yg meninggal pada shalat jumat di New Zealand.

Mengutuk tindakan terorisme ini & menuntut agar seluruh teroris yg terlibat langsung ataupun tidak langsung ditangkap & diadili secepatnya.


Jumat, 08 Maret 2019

Selamat Datang - Zero Light (Lirik)




Sambut Hari Baruku
Dengan Irama Gembira
Seiring langit yang membiru
uuu uuu

Sambut dunia baruku
Dengan tawa yang ceria
Hari yang aku tunggu-tunggu
uuu uuu

Menanti pagi
berjumpa lagi
Selamat Datang

Dengarkanlah
Sahabatku
Lagu yang kunyanyikan untukmu

Oh indahnya
Hari-hari kita
Takkan habis cerita
Kita bersama

Menanti pagi
berjumpa lagi
Selamat Datang

Dengarkanlah
Sahabatku
Lagu yang kunyanyikan untukmu

Oh indahnya
Hari-hari kita
Takkan habis cerita
Kita bersama

Dengarkanlah
Sahabatku
Lagu yang kumainkan untukmu

Jika sudah
Kita kan berpisah
takkan habis cerita
kita bersama

takkan habis cerita
kita bersama

Zero Light : Ale (Vocal), Bintang (guitar), Mirza (Keys), Ihya (bass) and Harsya (percussion)
Song : Apri Diningrat
Record at AL Music Station
Enginer: Aditya "RMP"

Copy Right 2018 by LHI Music School Official