Pray for New Zealand Moslem

Mengutuk aksi terorisme kepada jamaah shalat jumat di New Zealand

Kolaborasi "Pejuang Mimpi"

Hendra Musisi, Sugiri Jafar, dan Rachman Noer Quang, tiga musisi dari label musik Loonaq Record

AJI n RAFI

Munsyid AJI n RAFI dari Yogya

Justice Voice

Mencari Talent Baru

Deen Assalam

Deen Assalam milik Sulaiman al Mughni yang dicover oleh Sabyan Gambus

Selasa, 04 Februari 2020

Bang Aal Wafat

Radio Nasyid Online
menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Bang Alamsyah Agus (Aal), mantan personil nasyid Snada dan sekaligus Pendiri dan Ketua Pertama Asosiasi Nasyid Nusantara.

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَِـــــــــــيْهِ رَاجِـــــــــــعُونَ

اَللّـــــــــــهُمَّ اغْفِرْ لَه وَارْحَمْه وَعَافِه وَاعْفُ عَنْه، وَأَكْرِمْ نُزُلَه، وَوَسِّعْ مَدْخَلَه، وَاغْسِلْه بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّه مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبَ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْه دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِه، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِه، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِه ، وَأدْخِلْهَا الْجَنَّةَ،وَأَعِذْهاَ مِنْ عَذَابَ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار

Semoga "Bang Aal" Mendapatkan Husnul Khotimah, Di Terima Semua Amal Ibadahnya dan Mendapatkan Tempat Terbaik di sisi ALlah 'Azza Wa Jalla.
Dan Semoga Keluarga yang Ditinggalkan Ikhlas, Sabar dan Tabah.

آمِــــــــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْنَ


Innalillahi wa inna ilayhi rooji'un. Berita duka menyelimuti dunia nasyid tanah air. Salah satu personil tim nasyid legendaris SNADA (Senandung Nada dan Dakwah) Alamsyah Agus wafat pada Rabu (5/2/2020).

Bang Aal, panggilan akrab Alamsyah Agus dikenal sebagai pegiat herbal belakangan ini. Alamsyah pernah mengisi acara Salimah "Self Healing dan Sehat dengan Herbal" pada 24 Oktober 2013.

Salah satu rekan dakwah Bang Aal, Ustaz Redy mengatakan, "Meski beliau sakit, namun selalu hadir dalam acara-acara dakwah. Semoga Allah berikan engkau husnul khatimah saudaraku. Dia orang baik."

Alamsyah, pria kelahiran 10 Januari 1968 itu berperan sebagai Basis dalam tim nasyid SNADA. Tim nasyid yang populer di era tahun 2000-an sejak lagunya Neo Salawat dan Jagalah Hati booming. Grup ini didirikan pada tahun 1991 digawangi oleh Agus Idwar Jumhadi (Iid), Erwin Yahya (Ewink), dan M. Lukman Nunasyim (Lukman) yang sering berinteraksi di musholla kampus FISIP Universitas Indonesia.

SNADA memberikan kejutan bagi blantika pernasyidan saat itu, saat semua orang bernasyid dengan cara duduk, tanpa membagi suara, tiada unsur entertainment, dan monoton. Masuknya Alamsyah Agus (Aal) dan M. Iqbal Taqiudin (Iqbal) melengkapi rumusan nasyid mereka sehingga seperti Boyz 2 Men pada saat itu.

Kemudian Ikhsan Nur Ramadhan (Ikhsan) bergabung di bulan Maret 1999 dan Teddy Tardiana Tarlanda (Kang Teddy) di bulan November 2000, memberikan kejutan-kejutan lebih dahsyat bagi SNADA sekaligus blantika nasyid yang semakin marak dari tahun ke tahun.

Beberapa karya yang dihasilkan SNADA antara lain: Pintu Langit (2006), Buka Mata Hati - CD (2004), Dari Jakarta Ke Kualalumpur - CD (2003), Neo Shalawat - VCD Karaoke dan Neo Shalawat, serta The Best Snada (2007).

Kepergian Aal membawa duka mendalam bagi keluarga, teman, tetangga dan rekan sejawatnya. Alamsyah Agus akan dimakamkan di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur setelah Shalat Dzuhur, pada Rabu (5/2/2020). Sebelumnya, jenazah Aal disemayamkan di rumah duka di Jalan Lobak, Beji, Depok.[ind]

sumber: chanelmuslim


Senin, 09 Desember 2019

Lomba Nasyid Tingkat Umum Piala Ikapi Jabar 2019



Bismillahirrahmanirrahim 😊

Ikapi Jabar dan Pemerintah Kota Bandung bekerjasama dengan Asosiasi Literasi Indonesia @asoli.id mempersembahkan "Lomba Nasyid Tingkat Umum Piala Ikapi Jabar 2019" 🎵. Acara ini diadakan berdasarkan pemikiran bahwa musik atau nasyid adalah bagian dari literasi. Tanpa kita sadari not angka dalam nada-nada sudah termasuk literasi numerik  🌴.

Oleh karena itu, kami dengan bangga menyelenggarakan acara ini agar semua masyarakat Indonesia terutama Jawa Barat mampu berkontribusi dan berkompetisi serta berkarya tanpa basa-basi. Juri yang kami pilih sekaligus Guest Star  🎶 adalah🔅 Aden AnB @aden_anb dan 🔅 Fitri Rdj @fitrirdj.nurra 🍃.
.
Acara ini didukung oleh :
✴@pameranbukujabar
✴@ikapijabar
✴@pemerintahkotabandung
.
.
Sponsor oleh :
❇@islamictunes
❇@kedaimamataa
❇@cvi_publishing
❇@biyasalon
❇@kaorifoodstation
❇@coffe
❇@dapur.campernik
❇@cvalphin

Media partner oleh :
➕@annjabar
➕@harmoninetwork
.
.
Mc 🎤 akan dibawakan oleh :
▶@syambachry
▶@sitihabibahnm
▶@ahmad_baja
.
.
Panitia Lomba Nasyid Ikapi Jabar 2019 😊🙏

Senin, 04 November 2019

Pentas PAI Nasional 2019


Penutupan Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) tingkat Nasional IX tahun 2019 oleh Direktur PAI Ditjen Pendis Kementerian Agama Rohmat Mulyana, Ahad (13/10/2019), menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta. Event ini di selenggarakan di Asrama Haji Sudiang Makasar, Sulawesi Selatan, 9-14 Oktober 2019.

Kontingen Provinsi Jawa Barat menempati urutan pertama dengan perolehan 5 piala untuk juara 1. Juga 4 piala untuk juara 2. Termasuk 1 piala untuk juara 3. Serta 1 piala untuk harapan 1, dan 2 piala untuk harapan 3. Total piala yang dibawa pulang oleh kontingen Jawa Barat sebanyak 13 medali. Urutan kedua diraih oleh kontingen Sumatera Barat dan Jawa Timur.

Apresiasi Rohmat Mulyana dalam sambutannya, mengatakan bahwa bahwa para peserta yang hadir adalah para juara atau para pemenang, karena berasal dari juara di masing masing provinsi. Ditegaskan, tidak mudah untuk maju di tingkat nasional. Ia pun mendoakan seluruh yang hadir dalam dalam acara ini, semoga menjadi generasi yang hebat dimasa mendatang.

“Untuk para pemenang, jangan sampai lupa diri, karena kemenangan hakekatnya adalah keadaan terbaik yang harus disyukuri, semoga keberhasilan yang diraih menjadi penajam kualitas pendidikan agama Islam di sekolah,” terangnya.

Kepada para peserta yang belum berhasil menjadi juara, Rohmat juga berpesan, agar terus berlatih dan tidak putus asa. Dikatakan, yang belum menang saat ini merupakan pelajaran berharga untuk mengasah talenta yang semangat lagi dalam berlomba di kebaikan.

“Bagi yang belum juara, jadikan sebagai pelajaran untuk terus mengasah talenta yang dimiliki,” ujarnya.

Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag Jawa Barat, Muhammad Athoilah, mengaku sangat bangga dengan capaian yang diraih oleh utusan Jawa Barat. Menurutnya, apa yang telah di capai oleh para peserta Pentas PAI dari Jawa Barat merupakan buah dari hasil kegigihan para peserta.

“Alhamdulillah, kegigihan peserta dalam latihan selama ini akhirnya terbayar dengan juara umum. Semoga ini menjadi motivasi kami, motivasi pendamping, motivasi siswa untuk terus berusaha memaksimalkan bakat dan minta,” ujarnya.

Dalam Pentas PAI 2019 ada 10 cabang yang dilombakan. Lomba tersebut meliputi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), pidato, Musabaqoh Hifdzil Quran (MHQ), Cerdas Cermat, Kaligrafi, Nasyid, Debat PAI, Kreasi Busana, Penulisan Cerita Remaja Islami, dan Lomba Karya Ilmiah Remaja. Semua lomba diikuti oleh jenjang SD, SMP dan SMA/SMK.

Sumber: Seputar Jakarta

Jumat, 11 Oktober 2019

Expenwa #2


Exotic Competition of Nuurul Waahid
26-27 Oktober 2019

ada Talk Show bersama pemudi cerdas yang lagi ngehits, Sherly Annavita
dan Singing bareng salah satu legend nasyid Indonesia, Justice Voice

ada Kompetisi Hadrah se-Purworejo

tanya-tanya ke mas Azam 081387733072

presented by MA Nuurul Waahid Purworejo

Jumat, 17 Mei 2019

Kolaborasi "Pejuang Mimpi"


Menuangkan pesan-pesan dakwah lewat lagu religi bisa saja dikemas dengan genre musik apapun. Hendra Musisi, Sugiri Jafar, dan Rachman Noer Quang, tiga musisi dari label musik Loonaq Record asal Kota Bandung merilis karya lagu kolaborasi mereka yang berjudul Pejuang Mimpi, pada hari Rabu 15 Mei 2019 pada beberapa stasiun radio di Kota Bandung.
“Lagunya terinspirasi dari puisi klasik karya Iman Syafi’i tentang merantau, yang saya baca dari novel ‘Negeri 5 Menara’ karya Ahamad Fuadi, puisinya saya masukan di lagu, dan liriknya saya padukan dengan pengalaman pribadi saya saat merantau. Sarat dengan makna perjuangan dalam mewujudkan cita-cita, agar tetap bersabar dengan cobaan-cobaan hidup, dan rajin beribadah di tempat perantauan,” kata Sugiri Jafar saat diwawancarai, Kamis 16/5/2019.
Sugiri mengatakan bahwa lagu Pejuang Mimpi juga terinspirasi dari kondisi TKI yang banyak menghadapi permasalahan, berkaitan juga dengan fenomena kenakalan mahasiswa di perantauan, seperti; pergaulan bebas, narkoba, dan bunuh diri.
“Butuh waktu satu minggu lagu ini diaransemen oleh Penih Pens, musisi band indie dari Bandung Barat. Sebelumnya, lagu Pejuang Mimpi ini pernah dikonsep dengan memadukan dengan musik rap, karena menunggu teman rapper dari Malang, akhirnya tak kunjung terwujud. Beralasan kesibukan dan jarak, lagu ini akhirnya saya diamkan sampai tiga tahun. Alhamdulillah, akhirnya Allah mempertemukan saya dengan kang Hendra Musisi saat menghadiri Festival IslamicTunes Jawa Barat 2018, dan saya mengajaknya untuk menggarap lagu ini. Mixing dan masteringnya lagu ini ditangani oleh Fadly Sutyarachman, musisi band indie dari Bandung,” kata Sugiri Jafar, yang pada tahun 2017 lalu merilis lagu solonya berjudul Cinta Sewajarnya.
Sugiri juga mengatakan, “Lagu Pejuang Mimpi ini saya tulis sendiri lagunya, untuk liriknya saya tulis bersama Jahar Haiba, seorang penulis di Jakarta. Saya berusaha membuat karya lagu yang unik. Seperti pada lagu Pejuang Mimpi, lagu ini dikonsep dengan aliran musik pop metal. Unsur pop membuat mentalnya lebih soft, nyaman didengar oleh siapa saja, tidak seperti musik metal biasanya yang ditujukan hanya untuk komunitas tertentu saja.”
Lebih lanjut Sugiri mengatakan, “Yang menyatukan saya dengan Hendra Musisi dan Rachman Noer Quang untuk melahirkan lagu Pejuang Mimpi ini adalah karena faktor lingkungan yang dekat dengan pendidikan pesantren, dan kesamaan niat berdakwah lewat lagu.”
“Lewat lagu Pejuang Mimpi ini kami berpesan bahwa sebagai anak muda kita harus berani merantau untuk mewujudkan mimpi dan harapan. Saat merantau kita harus bersabar, lindungi diri dengan menunaikan shalat, dan dewasakan diri dalam menyikapi problema kehidupan,” kata Sugiri sebelum menutup wawancara.
(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)
sumber: sumatera post 16 Me 2019

Jumat, 05 April 2019

Justice Voice Mencari Talent


Grup Nasyid Senior, Justice Voice (JV) mencari talent baru nih
buruan baca keterangan di bawah & ikutan ya


Selasa, 26 Maret 2019

Lirik Deen Assalam


Lirik Deen Assalam
by Sulaiman al Mughni
cover by Sabyan Gambus

Kalla hadzil ard mataqfii masahah
Lau na’isibila samahah
Wanta’ayasna bihab
Lau tadiqil ardi naskan kalla kolb

Kalla hadzil ard mataqfii masahah
Lau na’isibila samahah
Wanta’ayasna bihab
Lau tadiqil ardi naskan kalla kolb

Abtahiyyat wabsalam
Ansyuru ahlal kalam jainuddin yahtirom
Abmahabbat wabtisam
Ansyuru bainil anam hadahu din assalam

Kalla hadzil ard mataqfii masahah
Lau na’isibila samahah
Wanta’ayasna bihab
Lau tadiqil ardi naskan kalla kolb

Abtahiyyat wabsalam
Ansyuru ahlal kalam jainuddin yahtirom
Abmahabbat wabtisam
Ansyuru bainil anam hadahu din assalam
Din assalam

Abtahiyyat wabsalam
Ansyuru ahlal kalam jainuddin yahtirom
Abmahabbat wabtisam
Ansyuru bainil anam hadahu din assalam

Abtahiyyat wabsalam
Ansyuru ahlal kalam jainuddin yahtirom
Abmahabbat wabtisam
Ansyuru bainil anam hadahu din assalam
Din assalam

(sumber lirik: kapanlagi)

Arti lirik  Deen Assalam

Seluruh bumi ini akan terasa sempit
jika kita hidup tanpa toleransi
namun jika hidup dengan perasaan cinta
meski bumi sempit kita kan bahagia
melalui perlaku mulia dan damai

sebarkanlah ucapan yang manis
hiasilah dunia dengan sikap yang hormat
dengan cinta dan senyuman
sebarkanlah diantara insan
Inilah Islam agama perdamaian

(sumber arti: ngopibareng)