klik to play

Kamis, 06 Agustus 2026

Kilas Balik DAI VOICE ASEAN 2026


PATTANI – Rangkaian ajang DAI Voice ASEAN 2026 Season 8 resmi berakhir dengan sukses di Kampus Universitas Prince of Songkla (PSU), Pattani, Thailand. Kompetisi yang mempertemukan talenta terbaik dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand ini diselenggarakan pada 24–25 April 2026 dengan tujuan mempererat hubungan budaya sekaligus mempromosikan seni nasyid di kawasan ASEAN.



Indonesia diwakili oleh dua tim yang berhasil menembus babak semifinal, yaitu Syariah Voice dari Aceh dan Shoutuna dari Kota Solok, Sumatera Barat. Sepanjang kompetisi, peserta dituntut memiliki kualitas vokal yang mumpuni, baik dalam penampilan dengan musik pengiring (minus-one) maupun secara acapella. Pada babak semifinal (24 April 2026), peserta membawakan lagu nasyid berbahasa Melayu, dengan kemungkinan musik pengiring dihentikan secara mendadak oleh juri untuk menguji kemampuan acapella secara langsung.



Memasuki babak final (25 April 2026), tingkat kesulitan semakin meningkat. Setiap peserta diwajibkan membawakan satu lagu berbahasa Inggris atau Arab, serta satu lagu orisinal berbahasa Melayu hasil karya sendiri.

Hasil akhir kompetisi: 
  • Juara 1 DAI Voice ASEAN 2026 diraih oleh tim LASYKAR KHALEEFA dari Malaysia yang berhak atas hadiah sebesar 20.000 Baht, piala, dan sertifikat. 
  • Pada kategori DAI Voice Thailand 2026, gelar juara diraih oleh Team ZAEEM untuk kategori pria dan PAC PIRAYA ANASYID CLUB untuk kategori wanita. 
  • Sementara itu, kategori DAI Voice Kids 2026 dimenangkan oleh Team PEMAS JALA (laki-laki) dan Team HULNUN (perempuan).
Sebagai bentuk apresiasi, penyelenggara, Pattani Provincial Office of Tourism and Sports, memberikan penghargaan kepada seluruh peserta. Tim yang belum berhasil melaju ke babak final tetap memperoleh uang tunai sebesar 5.000 Baht. Selain itu, tersedia penghargaan khusus untuk kategori Pakaian Terbaik dan Solo Terbaik, masing-masing senilai 2.000 Baht.

Selama kegiatan berlangsung di Thailand, panitia juga menyediakan fasilitas lengkap bagi seluruh peserta, meliputi akomodasi berupa dua kamar selama tiga malam untuk setiap tim, konsumsi, serta layanan penjemputan di titik kedatangan seperti bandara dan stasiun bus Hatyai.

Keberhasilan penyelenggaraan tahun ke-8 ini menegaskan bahwa seni nasyid memiliki peran strategis sebagai sarana diplomasi budaya, sekaligus berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata budaya, khususnya di wilayah Thailand Selatan dan kawasan ASEAN.



arsip

Radio Nasyid Online

--> Panggung Kecil untuk Palestina <--

0 comments:

Posting Komentar