Dengarkan nasyid terbaik, shalawat, marawis, lagu religi, musik Islam, dan berita nasyid serta dunia Islam terkini hanya di RadioNasyid.net. Streaming gratis 24/7!
Setelah lebih dari dua dekade berkiprah di dunia musik yang mengusung dakwah dan nilai-nilai kemanusiaan, grup nasyid kontemporer terkenal, UNIC, mencatatkan sejarah dengan menggelar konser solo penuh pertama mereka bertajuk “This Is UNIC: Live In Concert” di Idea Live Arena, Kuala Lumpur, pada 20 Desember. Konser ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebuah pernyataan seni yang menunjukkan kematangan musik mereka dan memperkuat posisi genre nasyid di panggung hiburan arus utama.
Diselenggarakan oleh Triple Am Global, konser ini membawa penonton menyusuri perjalanan musik UNIC sejak awal berdiri melalui lagu-lagu seperti "Hanyut," "Balqis," dan "Remaja," yang menghadirkan kenangan masa-masa awal mereka. Selanjutnya, lagu-lagu yang lebih matang seperti "Jalinan," "Keroncong Kasih Sayang," dan "Kawan" memperlihatkan perkembangan dan kematangan komposisi musik mereka.
Segmen yang lebih tenang dan penuh penghayatan seperti "Doa Dhuha," "Qunut Nazilah," dan "Anak Soleh" menciptakan suasana reflektif yang menyentuh emosi penonton, mengingatkan mereka akan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan yang terkandung dalam karya-karya musik UNIC. Saat lagu-lagu ikonik seperti "Hanya Tuhan Yang Tahu" dan "Ainul Mardhiah" dibawakan, suasana menjadi semakin emosional dengan sorakan dan nyanyian bersama penonton, membuktikan kedekatan yang erat antara UNIC dan para penggemar setia mereka.
Konser ini juga dimeriahkan dengan penampilan spesial dari Naufal Isa dan Nizam Laksamana, yang menambah keceriaan dan mempererat semangat persahabatan di antara para pelaku seni nasyid. Kehadiran mereka melengkapi perjalanan konser ini dan menambah kehangatan emosional di atas panggung.
Dengan menutup konser dengan lagu "Ainul Mardhiah," UNIC tidak hanya mengenang perjalanan mereka yang telah lalu, tetapi juga membuka babak baru dalam usaha mengangkat martabat musik nasyid ke panggung yang lebih besar. Menurut mereka, “This Is UNIC: Live In Concert” membuktikan bahwa musik nasyid masih relevan dan dibutuhkan, dan ini adalah awal dari lebih banyak karya dan pembagian pengalaman yang bermakna di masa depan.
Nasyid kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari lanskap musik religi di dunia Islam, termasuk di Indonesia.
Dari lantunan lembut yang memuji kebesaran Allah hingga kisah inspiratif para nabi, nasyid tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sarana dakwah dan refleksi spiritual.
Secara harfiah, kata "nasyid" berasal dari bahasa Arab nasyd, yang berarti senandung atau hymne. Dalam praktiknya, nasyid adalah bentuk nyanyian Islami yang liriknya mengandung pesan moral, pujian kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, serta syiar tentang nilai-nilai keimanan dan kemuliaan ajaran Islam.
Jejak Sejarah Nasyid: Dari Hijrah Nabi hingga Kampus Indonesia
Tradisi nasyid diyakini telah ada sejak masa Rasulullah SAW. Salah satu syair paling terkenal yang dikaitkan dengan periode awal Islam adalah Thala‘al Badru ‘Alayna, yang dinyanyikan kaum Anshar saat menyambut kedatangan Nabi Muhammad ke Madinah.
Sejak saat itu, syair bernapaskan Islam berkembang sebagai sarana ekspresi keimanan umat.
Perkembangan nasyid semakin pesat di Timur Tengah, khususnya ketika tema-tema jihad dan perjuangan melawan penjajahan mulai mengisi lirik-lirik nasyid, mencerminkan dinamika sosial dan politik di kawasan tersebut.
Di Indonesia, nasyid mulai dikenal luas pada era 1980-an melalui pergerakan dakwah kampus. Para aktivis Islam kala itu memperkenalkan nasyid berbahasa Arab, yang lambat laun mengalami akulturasi menjadi lagu-lagu Islami dalam bahasa Indonesia dengan tema yang lebih beragam dari cinta islami hingga pesan-pesan sosial.
Ciri Khas dan Bentuk Nasyid
Nasyid biasanya dinyanyikan dalam format grup, acapela, atau diiringi alat musik sederhana seperti rebana. Lagu-lagunya memiliki karakteristik khas: irama yang lembut, lirik sarat makna, dan pembawaan yang khusyuk.
Dalam banyak kesempatan, nasyid hadir di pernikahan, pengajian, perayaan hari besar Islam, dan kegiatan keagamaan lainnya.
Berbeda dengan musik konvensional, nasyid menitikberatkan pada kesucian pesan dan kesesuaian dengan nilai-nilai Islam.
Oleh karena itu, estetika nasyid tak hanya diukur dari teknis vokal atau musikalitas, tetapi juga dari kedalaman spiritual pesan yang dibawakan.
Perdebatan Hukum: Mubah atau Terlarang?
Meski nasyid telah menjadi bagian dari budaya populer Islam, hukum nasyid dalam Islam masih menjadi perdebatan di kalangan ulama.
Beberapa kelompok mengharamkan segala bentuk musik, termasuk nasyid, dengan alasan potensi melalaikan dan unsur yang tidak sesuai syariat. Namun, banyak pula yang membolehkan bahkan menganjurkan nasyid sebagai media dakwah yang efektif.
Perdebatan ini antara lain merujuk pada hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, saat Abu Bakar RA memprotes dua budak yang bersenandung di rumah Rasulullah SAW pada hari raya. Nabi kemudian menanggapi: “Wahai Abu Bakar, sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya dan sekarang ini hari raya kita.” (HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, dan Ahmad). Hadis tersebut menjadi dasar bahwa Rasulullah SAW tidak secara mutlak melarang musik atau senandung, melainkan mempertimbangkan konteks dan niat di baliknya.
Dalam bukunya Hukum Musik dan Nasyid Islam (2021), Hafidz Muftisany menyimpulkan bahwa hukum nasyid termasuk dalam wilayah khilafiyah, atau ranah perbedaan pendapat yang sah di kalangan ulama. Artinya, kebolehan atau larangannya sangat bergantung pada cara penyajian, isi lirik, serta konteks penggunaannya.
Musik Islam dalam Budaya Nusantara
Nasyid bukan satu-satunya bentuk ekspresi musikal Islami di Indonesia.
Tari Saman, genjringan, shalawatan, hingga pantun-pantun keagamaan juga menjadi bagian dari kekayaan seni Islam yang telah berakar sejak Islam datang ke Nusantara antara abad ke-8 hingga ke-13 Masehi.
Kehadiran nasyid di tengah masyarakat Muslim Indonesia hari ini menandakan bahwa musik religius tidak hanya bertahan, tetapi juga terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman, teknologi, dan selera generasi muda tanpa kehilangan ruh spiritualnya.
Kesimpulan: Nasyid sebagai Jalan Tengah
Dalam lanskap seni Islam, nasyid hadir sebagai jalan tengah antara seni dan syariat, menggabungkan keindahan suara dengan kekuatan pesan.
Meski pro dan kontra tentang hukumnya masih berlangsung, keberadaan nasyid menunjukkan bahwa seni dalam Islam bisa berkembang dalam bingkai nilai-nilai suci, selama tetap menjaga adab, isi, dan tujuan.
Sumber: Kitab Hadis, Buku Hukum Musik dan Nasyid Islam (Hafidz Muftisany, 2021), Kompilasi Sejarah Musik Islam Nusantara
Penulis: Popi Siti Sopiah Editor: Tim Media Pakuan
Bermula dari 22 Tahun yang lalu, dan semua ceritapun tercipta.
Dari Eks-kul Nasyid di SMP, lalu setiap mimpi terajut sampai detik ini. Semuanya mengalir. Tak ada yang menyangka akan berjalan sejauh ini. Lebih 2 dekade.
Perjalanan kami bukan hanya tentang musik, bukan pula tentang nasyid. Kami bermula dari sebuah 'keluarga' kalau bisa disebut begitu. Dengan bermacam watak, bermacam bentuk. Tak berbentuk. Yang oleh Allah diwadahkan lewat nasyid. Sintesa.
Yang awalnya hanya 'main-main' jadi 'bukan main' . Ya, bukan main-main lagi ketika kami terpaksa sudah kuyup, sehingga akhirnya kami mulai mahir 'berenang' dengan cara kami.
Sampai pada titik di mana ternyata jenuh mulai tumbuh, dan mulai berjalan dengan dunia masing-masing. Kami stagnan.
Ber-Awal 22 Tahun lalu, perjalanan kami hampir di ujung.
Akankah ber-Akhir?
Sebuah refleksi 22 tahun @sintesavocplay yang akan terjawab di tanggal 20-8-2025 besok.
Festival Nasyid di Jawa Timur Siap Digelar di Malang,
Hadiah Jutaan Rupiah Menanti
Kota Malang kembali menjadi sorotan sebagai pusat penyelenggaraan ajang musik religi berskala besar. Melalui kolaborasi antara Malang Nasyid Nusantara dan portal berita Majalahnurani.com, akan diselenggarakan Malang Nasyid Festival (MANAF) 2025, sebuah kompetisi nasyid terbesar di Jawa Timur yang terbuka bagi berbagai kalangan, baik penyanyi tunggal maupun kelompok vokal.
Ketua Nasyid Nusantara Malang, Yossi Indra Kusuma, S.Ked., M.Med.Ed., menegaskan bahwa MANAF 2025 merupakan kompetisi bergengsi di tingkat provinsi yang diharapkan mampu menjadi ruang apresiasi seni musik Islami. Menurutnya, peserta dapat berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum berusia 15–35 tahun yang berdomisili di wilayah Jawa Timur. Penyelenggaraan ini dirancang untuk mendorong generasi muda mengembangkan bakat vokal mereka sekaligus memperkuat nilai-nilai positif melalui musik religi.
Dalam hal format penampilan, panitia memberikan fleksibilitas kepada peserta untuk memilih antara penampilan solo vokal, grup vokal, format akustik (menggunakan instrumen seperti gitar, keyboard, atau cajon), maupun akapela tanpa pengiring instrumen. Syarat utama adalah lagu yang dibawakan harus bertema religi Islam dan memuat pesan positif. Segala perlengkapan instrumen musik dibawa sendiri oleh peserta, sehingga menuntut kesiapan teknis yang matang.
Adapun rangkaian kegiatan akan dimulai dengan tahap pendaftaran sekaligus pengunggahan video penampilan pada 28 Juli hingga 19 Agustus 2025. Proses penilaian babak penyisihan akan dilaksanakan pada 20–22 Agustus 2025, diikuti dengan pengumuman finalis pada 23 Agustus 2025. Babak Grand Final dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 31 Agustus 2025, pukul 15.00 WIB, bertempat di Malang Town Square (Matos), bersamaan dengan pameran haji dan umrah yang digelar oleh Majalahnurani.
Para pemenang kompetisi ini akan memperoleh penghargaan dalam bentuk piagam, trofi, dan uang pembinaan. Rinciannya meliputi: Juara I senilai Rp 2.000.000, Juara II sebesar Rp 1.500.000, dan Juara III sebesar Rp 1.000.000. Selain itu, seluruh peserta yang lolos ke tahap selanjutnya akan mendapatkan sertifikat keikutsertaan, kesempatan mengikuti workshop nasyid, serta tampil dalam konser mini di malam final. Penilaian akan dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari praktisi dan tokoh senior nasyid dengan pengalaman di tingkat nasional.
Untuk biaya pendaftaran, kategori solo vokal dikenakan tarif Rp 50.000, sedangkan kategori grup vokal, akustik, maupun akapela dikenakan biaya Rp 100.000. Pembayaran dilakukan melalui transfer ke rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) nomor 7770201815 atas nama Yossi Indra Kusuma. Seluruh berkas pendaftaran, meliputi bukti pembayaran, bukti mengikuti akun Instagram resmi panitia, dan salinan KTP, diunggah dalam format PDF dengan ukuran maksimal 5 MB. Peserta wajib mengikuti akun Instagram @nasyid.nusantara.malang dan @majalahnurani sebagai bagian dari ketentuan administrasi.
Informasi lebih lanjut dan proses pendaftaran dapat diperoleh melalui kontak resmi panitia di nomor 0813-3536-1111. Melalui ajang ini, diharapkan lahir bakat-bakat baru dalam dunia musik religi yang tidak hanya unggul secara musikal, tetapi juga menginspirasi melalui pesan-pesan kebaikan.
Maher Zain, musisi Swedia-Lebanon kembali menyapa fans-nya di Indonesia lewat acara BSI International Expo 2025 yang digelar di Jakarta Convention Center, Jakarta pada 26-29 Juni 2025. Pada event ini, pelantun 'Insha Allah' tersebut tampil dalam segmen yang bertajuk 'An Intimate Evening With Maher Zain'.
Maher Zain mengaku bahwa visi yang dibawa event ini sejalan dengan visi BSI, yaitu mempromosikan ekonomi halal dan mencoba untuk selalu menginspirasi orang lain melalui Islam. "Karena saya pikir kita harus saling mendukung dalam mempromosikan ekonomi halal. Dan mencoba untuk selalu menginspirasi orang lain melalui Islam," kata Maher.
Selain itu, Maher Zain juga berharap melalui event ini, industri halal global semakin berkembang. "Dan menurut saya hal utama dalam hal ini adalah industri halal dan selalu berusaha menjaganya agar tetap halal," sambungnya.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengungkapkan alasannya menggandeng Maher Zain dalam event ini. Menurut Cahyo, kehadiran penyanyi berusia 39 tahun ini relevan dengan model bisnis dari BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia.
BSI International Expo 2025 adalah sebuah ajang kolaborasi dan inspirasi untuk industri halal, yang diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri halal global.
Perjalanan kita menemukan suara original kita terus berlanjut. Kali ini kita berlatih membuat vokal O yang konsisten tapi nyaman dalam bernyanyi atau memproduksi suara bagi Voice Talent.
Berdamai dengan huruf kita adalah salah satu langkah besar untuk semakin percaya diri dalam bernyanyi.
ini nih latihan vokal huruf "O" utk menguatkan karakter vokal kita.
Vokal 'O' yang kedua ini berbeda dengan vokal "O" yang pertama
Sama dengan seri latihan menemukan karakter suara teman2 rekam latihannya kemudian dengarkan berulang agar makin nyaman dengan suara kita sendiri
Ribuan warga Jabodetabek memadati Balairung Budi Utomo, Hotel Bumi Wiyata, Depok, pada Sabtu (17/5) dalam konser kemanusiaan bertajuk Sound of Humanity yang mengusung tema Seeking Rahma. Acara ini menjadi panggung seni dan nurani yang menghidupkan solidaritas terhadap Palestina.
Digelar oleh Qupro Indonesia bersama Rahma Worldwide dan didukung oleh Pemkot Depok serta Tubisa Global Wisata, konser ini menyampaikan pesan kuat bahwa krisis kemanusiaan di Palestina adalah tanggung jawab moral bersama.
Sejumlah tokoh hadir dan menyampaikan pesan solidaritas, seperti Ricky Kurniawan (Anggota DPRD Jawa Barat), Syekh Shadi Zaza dan Ahmad Al Halabi dari Rahma Worldwide, KH Amang Syafruddin, serta Zulfahmi dari Tubisa Global.
Penampilan emosional dari musisi internasional Mohammed Tarek, grup nasyid legendaris Izzatul Islam, dan sastrawan Taufiq Ismail memperkuat makna konser. Perpaduan musik, syair, dan spiritualitas menjadi medium untuk menghidupkan kesadaran publik bahwa derita Palestina adalah luka bersama.
Direktur Qupro Indonesia, Ali Amril, menyatakan bahwa konser ini merupakan wujud kolaborasi lintas pihak untuk membangun empati yang berkelanjutan. Ia menegaskan pentingnya pendekatan yang menyentuh akal dan hati dalam membangun gerakan sosial.
“Konsep Edutainment kami—gabungan dari edukasi, donasi, dan hiburan—menjadi cara efektif menghidupkan semangat kemanusiaan melalui momen-momen penuh makna,” ujarnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan penggalangan dana, simbol bahwa harapan akan terus hidup selama keberanian untuk peduli tidak padam.
Iyah May adalah penyanyi sekaligus dokter medis asal Australia yang dikenal berani mengangkat isu-isu sosial dan politik kontroversial melalui lagu-lagunya. Lagu terbarunya, "Karmageddon," menjadi viral dan memicu perbincangan luas karena liriknya yang kritis terhadap berbagai masalah dunia saat ini, seperti pandemi COVID-19, korupsi politik, budaya cancel, hingga konflik Israel-Palestina.
Lagu ini menyinggung berbagai topik sensitif, termasuk konflik Israel-Palestina yang digambarkan sebagai "genosida" dalam liriknya, serta kritik terhadap industri farmasi, misalnya pada baris seperti "Man made virus watch the millions die, Biggest profit of their lives", dan media yang dianggap menyebarkan kebohongan. Keberanian Iyah May menolak mengubah lirik kontroversial ini sampai membuatnya kehilangan kontrak dengan manajernya dan memutuskan untuk merilis lagu secara independen.
Meski begitu, "Karmageddon" mendapat dukungan besar dari pendengar di seluruh dunia. Lagu ini pernah mencapai posisi 44 di UK Singles Sales Chart. Pada Januari 2025, lagu ini sudah didengarkan lebih dari 150.000 kali di Spotify dan berhasil menembus Top 20 di iTunes, menunjukkan resonansi kuat dengan publik yang merasakan kegelisahan atas kondisi dunia saat ini.
Iyah May sendiri mengaku bahwa pengalamannya sebagai dokter yang bekerja di garis depan pandemi COVID-19 sangat memengaruhi isi lagu ini. Ia menggunakan musik sebagai medium untuk menyuarakan kebenaran dan mengajak orang lebih sadar akan realitas sosial-politik yang kompleks dan penuh tantangan.
(maaf ada beberapa scene yang harap diskip)
LYRICS:
I open up my phone on a Monday morning
Staring at my screen
I'm tired and a little lonely
Mr Musk he said some shit the lefts are angry
Twitter wars and Gaza man it's overwhelming
Maybe that's how life becomes when
People less important than a profit line
No one cares about your dreams just pay
Your tax on time
Keep scrolling
Hold me near to you now
Gender, guns, religion and abortion rights
You better pick a tribe and hate the other side
Keep scrolling
But did you see Taylor live?
Man made virus watch the millions die
Biggest profit of their lives
Here's inflation that's your prize
This is Karmageddon
Turn on the news and eat their lies
Kim or Kanye pick a side
Cancel culture what a vibe
This is Karmageddon
Corporations swear they never lie
Politicians bribed for life
More than war it's genocide
This is Karmageddon
Welcome to the chaos of the times
If you go left and I go right
Pray we make it out alive
This is Karmageddon
It's fashion week celebs lose ribs
Balenciaga how's the kids
Just ask Drake he's losing beef
Kendrick killed him in his sleep
Diss tracks about beating up your queen
While women dying doesn't cause a scene
While we're fed all these distractions
Kids are killed from Israel's actions
I'mma speak my mind
Sick to death of all these crazy lies
A circus for humanity's decline
We just want a peaceful life give the people back their rights
Tangerang: Ribuan tamu undangan menyemarakkan Al Malik Fest bertajuk 'Journey of The Heart Faith & Lifestyle Festival' di area Nusantara Hall, ICE BSD, Tangerang pada Sabtu, 12 April 2025, malam hari. Dalam gelaran Akbar Al Malik Fest 2025, acara ini menjadi momentum spiritual dan silaturahmi menjelang musim umrah bersama Al Malik Travel.
Festival ini menghadirkan deretan pembicara ternama seperti Ustaz Subki Al Bughury, Ustaz Najmi Fathoni, dan Ustaz Hilman Fauzi. Mereka menyampaikan kajian dan ceramah inspiratif seputar makna perjalanan spiritual ke Tanah Suci. Dalam sesi tabligh akbar, Ustaz Subki membawakan tema 'Keindahan Islam Melalui Tafakur dan Syukur', mengajak para hadirin untuk memperkuat hubungan dengan Allah melalui refleksi dan rasa syukur.
Tak hanya itu, Al Malik Fest juga dimeriahkan oleh penampilan grup nasyid legendaris seperti Snada, An Nabawi, Papa Boy, Edcoustic yang membawakan lagu-lagu bernuansa Islami dan penuh makna. Sebagai bentuk apresiasi bagi para jemaah, panitia menyediakan berbagai grand prize, di antaranya dua paket umrah dan tiga paket wisata muslim.
"Kami berharap setiap jemaah yang hadir pulang dengan hati yang lebih damai, pikiran yang tercerahkan, dan semangat baru dalam menapaki kehidupan. Bukan hanya untuk dunia, melainkan juga untuk akhirat," ungkap Ketua Pelaksana Al Malik Fest, Rico Pratama Excelindra.
Dalam sesi kajian lainnya, Ustaz Najmi Fathoni membagikan pengalaman spiritualnya selama beribadah di Tanah Suci, sementara Ustadz Hilman Fauzi mengangkat tema 'Letting Go and Finding Peace Through Allah', khusus ditujukan bagi generasi muda.
"Perjalanan umrah atau haji anak muda adalah salah satu jawaban atas keresahan mereka. Ketika hati butuh healing, maka jawaban terbaik adalah kembali kepada Allah melalui ibadah," ujar Ustaz Hilman.
Ustaz Subki turut menekankan pentingnya silaturahmi dan kebersamaan dalam acara seperti ini. "Halal bi halal dan berkumpul bersama dalam niat mulia seperti ini adalah bentuk nyata dari semangat persaudaraan umat. Semoga kita bisa kembali ke Tanah Suci bersama-sama," imbuhnya.
Al Malik Fest menjadi bukti nyata bahwa ibadah dan gaya hidup Islami dapat berjalan berdampingan dalam satu wadah yang menginspirasi dan mempererat ukhuwah. Acara ini sekaligus menjadi ajang refleksi bagi jemaah untuk menyambut perjalanan umrah dengan hati yang lebih siap dan penuh keikhlasan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan memeriahkan pagelaran di Pasar Wadai Ramadan setiap akhir pekan di bulan ramadan mulai 1 Maret hingga 23 Maret 2025 mendatang.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, Suharyanti mengatakan penampilan seni ini diikuti oleh seniman yang tersebar di Kabupaten/ Kota dan peserta didik di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel.
“Event Pesona Seni Ramadan ini merupakan agenda rutin tahunan dengan menampilkan hiburan bernuansa religi,” ucapnya, Banjarmasin, Rabu (5/3/2025).
Dirinya menuturkan, dalam pagelaran selama bulan ramadan fokus dipusatkan di Pasar Wadai Ramadhan, setiap akhir pekan pada Sabtu dan Minggu, mulai pukul 16.30 hingga 21.00 WITA, berlokasi di Taman Siring Nol Kilometer atau Eks Kantor Gubernur Kalsel.
Lebih lanjut Suharyanti menambahkan, ada beberapa penampilan yang akan menghibur masyarakat seperti Musik Etnik Religi dari Nuansa Etnik Musik, Gambus Ahma Projeck. Kemudian Madhihin Millenial, Koulastik Band Religi. Selanjutnya Prodi Seni Pertunjukkan menampilkanBand Religi, Voccapuccino Boys Nasyid, Al-Akthar Gambus. Selanjutnya SMAN 7 dan SMAN 1 Banjarmasin akan tampil Band Religi Pelajar, serta ditutup nantinya Group Barakatan Musik Panting Religi.
“Masyarakat tidak hanya berkunjung dan berbelanja ke Pasar Wadai Ramadan, juga dapat melihat pertunjukan seni secara langsung,” terangnya. MC Kalsel/usu
Siapkan dirimu untuk Syuhada Fest 1446 H, event Ramadhan terbesar Yogyakarta! 🎉
📅 Ahad, 16 Maret 2025 📍 Masjid Agung Syuhada, Kotabaru, Yogyakarta
💡 Apa yang bikin acara ini spesial? ✅ Beragam lomba seru: Mewarnai, Adzan, MTQ, MHQ, Paduan Suara 🎶 ✅ Dakwah lewat Sulap bersama Ka Jack Sparow yang penuh kejutan! 🎩✨ ✅ Hadiah bergengsi: Piala, sertifikat, hingga uang pembinaan! 🏆
👥 Untuk siapa? Mulai dari TK hingga mahasiswa, semua bisa ikut meriahkan!
🗓️ Daftar sekarang! 🖱️ bit.ly/SyuhadaFest46H Pendaftaran hingga 12 Maret 2025. Jangan sampai kehabisan kuota! 📞Contac person: +62 815-3235-2361 (Ka zupia)
💬 Tag temanmu yang harus ikut Syuhada Fest kali ini! 📸 Yuk jadikan Ramadhanmu lebih berkesan! ✨
monggo follow @masjidsyuhada untuk konten bermanfaat lainnya ▶️▶️ Official Account Masjid Agung Syuhada ◀️◀️ ◾X | Facebook | Instagram: @masjidsyuhada ◾Website : masjidsyuhada.org ◾YouTube : Masjid Syuhada ◾WhatsApp : 085117021952