Nasyid

Home

Latest News

Popular

Radio Nasyid Online - Segarkan Jiwa

Festival Nasyid Yogya 2015

 

Festival Nasyid Yogya 2015

Asosiasi Nasyid Nusantara Wilayah Yogyakarta (ANN Jogja) bekerjasama dengan Keluarga Mahasiswa Al Huda FBS UNY dan atas dukungan penuh dari Dinas Pariwisata Provinsi Yogyakarta, menggelar event akbar FESTIVAL NASYID YOGYAKARTA 2015 dengan tema “Ayo nasyid-an nang Jogja!“. FESTIVAL NASYID YOGYAKARTA (FNY) 2015 ini adalah kompetisi nasyid terbesar tahun 2015 dengan memperebutkan hadiah total 48 juta rupiah, dengan melombakan dua kategori yakni KATEGORI GRUP ACAPELLA dan GRUP MUSIK.

Berikut adalah ketentuan lombanya.
PERSYARATAN
  • Peserta terdiri dari grup minimal 3 orang
  • Peserta terbuka untuk umum dengan batasan umur maksimal 35 tahun
  • Tidak diperbolehkan peserta dari grup nasyid / musik yang sudah memiliki album komersil
  • Perlombaan nasyid terdiri atas 2 kategori, yaitu KATEGORI GRUP ACAPELLA dan GRUP MUSIK
TAHAP PERTAMA
  • Peserta WAJIB mengupload 1 video nasyid (tanpa edit AUDIO) ke Youtube dengan membawakan lagu nasyid bebas. Durasi maksimal 5 menit. Kualitas video minimal 360p.
  • Peserta wajib menuliskan judul video dengan format : NAMA GRUP_JUDUL LAGU_ASAL KOTA_ FNY2015 dan WAJIB menyertakan hashtag #FNY2015
  • Peserta WAJIB mengirimkan link/tautan video ke alamat email ANN Jogja : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
  • Setelah meng-upload video, peserta WAJIB melakukan registrasi dengan melakukan pembayaran sejumlah Rp. 150.000,- dan mengisi form pendaftaran.
Untuk wilayah Jogja dan sekitarnya, registrasi dapat dilakukan di beberapa lokasi berikut:
  • DFP Studio (Basecamp ANN Jogja)
Islamic Center Seturan Al-Muhtadin Lt. II, Blok E III/19 RT 20/5 Seturan Baru – Sleman, DIY
  • Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa
Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta
  • Radio MQ FM Jogjakarta
Kampus STMIK AMIKOM Lantai II,
Jl. Ring Road Utara, Condong Catur, Depok -Sleman, Yogyakarta
Untuk peserta dari luar D.I. Yogyakarta, registrasi dapat dilakukan dengan mendownload formulir di website ANN Jogja (www.nasyidjogja.com), diisi lengkap dan dikirimkan kembali ke email ANN Jogja ( This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ). Pembayaran dilakukan dengan transfer uang sejumlah Rp. 150.000,- ke nomor rekening 535 000 6906 Bank Muamalat a.n. Ratih Kartika. (Konfirmasi pembayaran ke no hp. 0896 78829 945 a.n. Ratih Kartika).
Proses regrestasi / pendaftaran dan upload video ke Youtube paling lambat 26 April 2015.
Uang pendaftaran sudah termasuk mendapatkan CD Album Kompilasi Nasyid Jogja 2015 + free ongkos kirim.
Peserta yang tidak melakukan registrasi dan pembayaran, dianggap gugur.
TAHAP KEDUA
Peserta yang lolos akan diumumkan di website ANN Jogja (www.nasyidjogja.com) pada tanggal 1 Mei 2015 pukul 21.00 WIB.
Peserta yang lolos, wajib menyiapkan lagu untuk tahap semifinal dan final, yaitu:
Lagu wajib : Nasyid Memang Asyik (Fatih)
Lagu pilihan : – Salah satu lagu dalam Album Kompilasi Nasyid Jogja 2015 (untuk SEMIFINAL)
– Lagu nasyid (acapella atau musik) pilihan bebas (untuk FINAL)
Peserta yang lolos maju babak semi final, akan tampil di panggung utama Gedung Basiyo (Gedung Keong) XT Square Yogyakarta pada tanggal 23 – 24 Mei 2015.
Download Formuli Lomba FNY 2015 di sini
Kontak Person Panitia
Dede 0857 43989 578
Didi 0877 36785 633
Ratih 0896 78829 945
Dan terus ikuti perkembangannya di: Page Facebook Nasyid Jogja Twitter : @ann_jogja Web nasyidjogja.com

Last Updated (Monday, 23 March 2015 10:59)

 

Penganugerahan 'Nasyid Award' di Islamic Book Fair 2015

 

Indonesia Nasheed Award 2015

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aliansi Radio Islam Indonesia (ARII) menggelar ajang nasyid bergengsi 'Indonesian Nasheed Awards 2015' (INA) dengan menggandeng Islamic Book Fair 2015. Organisasi yang mewadahi media radio Islam di seluruh tanah air dan mancanegara ini menggelar acara tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku seni musik islami akan karya dan dedikasi serta syiar islam melalui seni nasyid.

Tahun ini INA digelar dengan konsep edisi spesial lima tahun. Pemenang ditentukan berdasarkan hasil pooling di website www.iniina.net yang diambil dari pemenang INA sejak gelaran perdana tahun 2011 lalu.

''Kami menyebutnya Most Favourite dari para pemenang tahun-tahun sebelumnya. Ini akan hadir nanti setiap lima tahun sekali,” ungkap CEO ARIN, Dhea Qotrunnada, dalam siaran persnya yang diterima Republika.co.id.

Acara bertempat di Panggung Utama IBF 2015 Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (7/3) jam 19-21 WIB. Acara dimeriahkan oleh Raef, Fadli PADI, SNADA, Risty Tagor dan Sidra, Birru Nasheed dan Nasyid Indonesia.

Ada 11 penghargaan yang diberikan dengan kategori meliputi kategori Akapella (lagu dan grup), Haroki (lagu dan grup), Musik (lagu, duo/grup, solois), Islamic Romantic (Lagu dan Solo/Duo/Grup), Kategori Mancanegara dan Kategori Khusus (New Comer).

Berikut penerima penghargaan Indonesian Nasheed Award 2015;
1. Kategori Akapella Lagu Favorit : Facebook Lagi (Justice Voice)
2. Kategori Akapella Grup Favorit : Justice Voice (Yogjakarta)
3. Kategori Haroki Lagu Favorit : Bangkitlah Negeriku (Shoutul Harokah)
4. Kategori Haroki Grup Favorit : Shoutul Harokah (Bandung)
5. Kategori Musik Lagu Favorit : Engkau Yang Kurindu (GSV)
6. Kategori Musik Duo/Grup Favorit : GSV (Lampung)
7. Kategori Musik Solois Favorit : Gama Fathul (Bandung)
8. Kategori Islamic Romantic Lagu Favorit : Diujung Penantian (Suby-Ina)
9. Kategori Islamic Romantic Solo/Duo/Grup Favorit : Suby-Ina (Bandung)
10. Kategori Khusus Mancanegara  Lagu Favorit : InshaAllah (Maher Zain)
11. Kategori Khusus (New Comer) : Raef

Sumber: Republika Online Saturday, 07 March 2015

 

 

Inilah Edisi Spesial “Indonesian Nasheed Award” 2015

yang akan Digelar di IBF Malam Ini

 

Jakarta. Perkembangan Nasyid di tanah air memang fluktuatif sejak hadirnya di tahun 80-an dan mulai popular di tahun 90-an, nasyid belum pernah berada ‘aman’ di posisi puncak artinya dikenal luas di masyarakat. Nasyid masih menjadi musik ‘kolakan’ atau musiman di acara-acara Islami, bulan Ramadhan dan segmentif. Demikian disampaikan CEO ARIN, Dhea Qotrunnada melalui siaran persnya, Jakarta, Sabtu (7/3),

 

Dhea menambahkan, meski tidak sepopuler genre musik lain seperti pop, rock, atau bahkan mungkin dangdut, nasyid terbukti tetap eksis di jalurnya seolah tidak gentar menghadapi gempuran popularitas genre musik lain. “Sebut saja Snada, Opick, Haddad Alwi, dan Sulis yang tetap konsisten berkiprah di jalur musik religi. Bahkan kiprah mereka banyak diikuti oleh penyanyi-penyanyi lain yang notabene bukan penyanyi nasyid (religi) seperti Ungu, Wali, Syahrini, Afgan, dan beberapa penyanyi lain Eksistensi nasyid sebagai salah satu genre musik yang mulai diperhitungkan ini semakin ditegaskan dengan hadirnya penyanyi solo maupun group nasyid asal luar negeri,” papar Dhea.

 

Setelah Raihan, lanjut Dhea, group nasyid asal negeri jiran Malaysia yang cukup digemari oleh penikmat nasyid Indonesia, kini ada Maher Zain, solois asal Swedia kelahiran Lebanon yang empat tahun terakhir ini begitu populer dengan lagu-lagu religinya yang soulfull dengan kemampuan musikalitas berkelas internasional. “Begitupun dengan pendatang baru musisi muslim asal USA, Raef, dengan konsep genre ‘country’ nya membuat lagu-lagu Raef mudah diterima,” tambahnya.

 

Radio Islam di tanah air, kata Dhea, ikut mengambil bagian dalam kesuksesan perkembangan nasyid ataupun musik positif, rangkaian program acara yang dimiliki mulai dari request nasyid, talkshow nasyid, ‘bengkel nasyid’, Klinik nasyid-nya MQFM Bandung hingga proses rekaman dan story of Nasheed pun menjadi punggawa program radio Islam. Dan tidak hanya itu, keharmonisan lembaga penyiaran (radio-radio Islam) dengan penyedia konten Islami (komunitas nasyid) menjadi ‘batubata’ yang semakin mempercantik dan memperkaya khazanah seni islami di Indonesia dan bahkan mancanegara.

 

“Fenomena tersebut semakin menegaskan bahwa nasyid akan tetap eksis selagi ada pihak-pihak yang memperhatikan dan concern terhadap perkembangan nasyid itu sendiri, baik lembaga penyiaran, penyedia konten (munsyid), produser musik, label major dan indie, pengamat musik, distributor dan tentu penikmat nasyid itu sendiri agar menjadi mata rantai yang senantiasa bergulir untuk menjaga syiar Islam melalui seni Islami yang perlahan menjadi budaya khazanah Islam,” tutur Dhea.

 

Aliansi Radio Islam Indonesia (ARIN), masih kata Dhea, sebuah organisasi yang mewadahi media radio Islam di seluruh tanah air dan mancanegara. Sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku seni musik islami akan karya dan dedikasi serta syiar islam melalui seni nasyid ini, bersama 14th Islamic Book Fair 2015 kembali menggelar ajang nasyid bergengsi “INDONESIAN NASHEED AWARDS 2015” (INA), tahun ini INA digelar dengan konsep edisi special lima tahun.

 

Pemenang berdasarkan hasil pooling di website www.iniina.net diambil dari pemenang INA sejak gelaran perdana tahun 2011 lalu. “kami menyebutnya Most Favourit, dari para pemenang tahun-tahun sebelumnya, dan ini akan hadir nanti setiap lima tahun sekali, bertempat di Panggung Utama IBF 2015 Istora Senayan Sabtu (7/3) jam 19-21 wib akan dimeriahkan oleh Raef, Fadli PADI, SNADA, Risty Tagor dan Sidra, Birru Nasheed dan Nasyid Indonesia dengan 11 penghargaan, meliputi; kategori Akapella (lagu dan grup), Haroki (lagu dan grup), Musik (lagu, duo/grup, solois), Islamic Romantic (Lagu dan Solo/Duo/Grup), Kategori Mancanegara dan Kategori Khusus (New Comer),” ungkap Dhea.

 

Berikut penerima penghargaan Indonesian Nasheed Award 2015:

1. Kategori Akapella Lagu Favorit : Facebook Lagi (Justice Voice)
2. Kategori Akapella Grup Favorit : Justice Voice (Yogjakarta)
3. Kategori Haroki Lagu Favorit : Bangkitlah Negeriku (Shoutul Harokah)
4. Kategori Haroki Grup Favorit : Shoutul Harokah (Bandung)
5. Kategori Musik Lagu Favorit : Engkau Yang Kurindu (GSV)
6. Kategori Musik Duo/Grup Favorit : GSV (Lampung)
7. Kategori Musik Solois Favorit : Gama Fathul (Bandung)
8. Kategori Islamic Romantic Lagu Favorit : Diujung Penantian (Suby-Ina)
9. Kategori Islamic Romantic Solo/Duo/Grup Favorit : Suby-Ina (Bandung)
10. Kategori Khusus Mancanegara Lagu Favorit : InshaAllah (Maher Zain)
11. Kategori Khusus (New Comer) : Raef

 

Lebih lanjut Dhea mengucapkan terimakasih untuk sponsor yaitu Pesantren Enterpreneur, Rabbani, Alhabsyi Management, Bebek Denguks. Pendukung acara; Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI), Forum Silaturahim Nasyid Indonesia (FSNI), Asosiasi Nasyid Indonesia (ANN), para munsyid tanah air dan nominator, DNA Production, Warner Music Indonesia, Production House ‘Demi Masa’, Bunda Management, Azeal Birru Management. Media Partner; Laa Tahzan TV, Nuris TV, Radio Masjid Sunda Kelapa 1530 am Jakarta, Erdamah 107.7 FM Tangerang, Radio Mitra 107.7 FM Bekasi, Radio Silaturahim 720 am, Radio 792 am As-syafi’iyah Jakarta, MH 92.1 FM Solo, MQ 102.7 FM Bandung, MQ 92.3 FM Jogja, ARADIO 101.1 FM Bandar Lampung, JAMBI 103.5 FM, RAL FM 102.8 Manado, Seulaweut 91 FM Banda Aceh, Suara HMM 106 FM Papua, Radio JIC (Jakarta Islamic Center) 107.7 FM, STARA RADIO 105.8 FM Majalengka, Suara Muslim 93.8 FM Surabaya, MITRA 97 FM Malang, Radio Suara Qolbun Salim Serang, Radio Jazirah UMB Bengkulu 104.3 FM, ANDA FM Klaten 107.8 FM, RADIOQU Cirebon 98.5 FM, NGABAR 106.2 FM Ponorogo, ANNISA Cikarang Bekasi 106.3 FM, AZZAM 103.5 FM Karimun, Elshifa Subang 100.2 fm, Radio Nurul Islam Tengaran Salatiga 106.9 FM, SAMARA 96.2 FM TULUNG AGUNG, RADIO ELNURY 918 AM, RADIO MUJAHIDIN PONTIANAK, DAKTA 107 FM BEKASI, BEE SMARTFM BEKASI, DAKTA MANDAU DURI RIAU, ARRAHMAN DUMAI RIAU.

 

“Untuk Indonesia, untuk nasyid Indonesia, untuk sahabat munsyid dengan segala karyanya demi berkembangnya nasyid di tanah air, untuk para pencinta nasyid inilah penganugerahan nasyid satu-satunya di Indonesia ‘5th INDONESIAN NASHEED AWARD 2015′,” pungkasnya. (ARIN/abr/dakwatuna)

 

Redaktur: Abdul Rohim

 

Sumber: Dakwatuna 07/03/15 | 12:22 | 18 Jumada al-Ula 1436 H

Last Updated (Monday, 09 March 2015 05:30)

 

Sekolah Pra Nikah SAMARA #5

 

Hadiri
Grand Opening SAMARA #5

Ahad, 01 Maret 2015
Auditorium FE UNY

Bersama
Ustadz Faudzil Adhim (Penulis Best Seller)
Mas Jody & Mbak Aniek (Owner Steak Waroeng)

Info: 08179449696

Grand Opengin SAMARA #5

 

 

Sekolah Pra Nikah Islami

SAMARA #5

masih dibuka lho.....

Cepetan daftar..! 
tempat terbatas, hanya 150 peserta (75 pa, 75 pi)...

Dibersamai dengan ustadz2 yang keren2..., 
ada ust. Syatori, Ust. Sholihun, Ust. Didik, dr. Egha, Prof. Muhammad dll,
Sekolah dimulai 15 maret sampai 26 April 2015...

cara daftar ckup datang ke kantor HIAS, selatan Masjid Nurul Ashri.. 
atau hub. 0877 3838 5996...

segera daftar ya.....

 

SAMARA #5

 

Last Updated (Friday, 27 February 2015 19:24)

 

“Nasyid adalah Sebuah Perjuangan Peradaban” di JNC 2015

Jogja Nasheed Camp atau JNC 2015 telah berlangsung dengan sukses pada hari Sabtu – Minggu, 14 -15 Februari 2015 di Pondok Pemuda Ambarbinangun, Kasihan, Bantul, D.I. Yogyakarta. Acara yang diselenggarakan UNASCO (UIN Nasyid Community) dan ANN Jogja tersebut berhasil mendatangkan peserta sekitar 50-an orang. Peserta yang hadirpun cukup variatif. Tercatat, dek Rani sebagai peserta paling muda yakni kelas 5 SD dan ada yang 4 orang pelajar kelas 1 yang datang jauh-jauh datang dari Semarang dengan menamakan grup nasyid Ash-hab.

Peserta JNC 2015 Berikrar dipandu Oleh Teh Kendy Tiara

Peserta JNC 2015 Berikrar dipandu Oleh Teh Kendy Tiara

Acara di hari Sabtu pagi berjalan dengan seru dan agak sedikit berat. Dengan dipandu oleh teh Kendy Tiara, materi pertama yang disampaikan adalah “Sejarah, Pengertian dan Managerial Nasyid” yang berturut-turut disampaikan oleh Ibu Dr. Kun Astuti sebagai dosen musik di UNY dan Mas Aga Sekamdo, MM sebagai pangamat nasyid dan manager dari Nasyid Justice Voice. Ibu Kun yang mengambil disertasi S3-nya tentang nasyid ini banyak menyampaikan sejarah bagaimana nasyid mulai ada. Dikatakan bahwa pertama kali nasyid sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Nasyid yang pertama kali adalah “Thola’al badru”. Saat itu nasyid sholawat “thola’al badru” dinyanyikan bersama-sama oleh kaum anshor saat menyambut kedatangan Nabi Muhammad SAW saat hijrah dari Mekah ke Madinah. Dan sampai saat ini  nasyid sholawatan tersebut hingga sampai saat ini kita masih sering mendengarnya.

Di Indonesia, nasyid mulai dikenalkan seiring dengan penyebaran Islam di tanah nusantara oleh para wali. Senandung atau nasyid yang syarat muatan dakwah disampaikan oleh para wali dengan menyesuaikan obyek dakwahnya di tanah jawa. Sebutlah lagu “lir-ilir” yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga untuk berdakwah menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Tembang ini diawali dengan Lir ilir yang artinya bangunlah, bangunlah atau bisa diartikan sebagai sadarlah. Kita diminta bangun dari keterpurukan, bangun dari sifat malas untuk mempertebal keimanan yang telah ditanamkan oleh ALLAH SWT dalam diri kita, karena itu digambarkan dengan Tandure wus sumilir atau tanaman yang mulai bersemi dan pohon-pohon yang mulai menghijau bagaikan Tak ijo royo-royo. Semua itu tergantung pada diri kita masing-masing, apakah mau tetap tidur dan membiarkan tanaman iman kita mati atau bangun dan terus berjuang untuk menumbuhkan tanaman tersebut hingga besar dan mendapatkan kebahagian seperti bahagianya pengantin baru atau Tak sengguh temanten anyar.

Kita juga mengenal bermacam-macam lagu-lagu sholawat yang sampai saat ini juga masih sering kita dengar. Di tahun 80-an, lagu-lagu nasyid mulai populer. Dibawakan oleh grup Bimbo, beberapa lagu pop religius yang itu juga termasuk dari nasyid, seakan booming di masyarakat Indonesia. Sebut saja lagu Tuhan, Sajadah Panjang, Ada Anak Bertanya pada Bapaknya, dll. Kemudian muncul Kyai Kanjeng yang digawangi oleh Emha Ainun Najib yang membawakan lagu-lagu Islami tapi dibawakan dengan aransemen etnik dan modern sehingga mudah dicerna oleh masyarakat.

Pada tahun 90-an, nasyid-nasyid dari Timur Tengah dibawa ke tanah oleh aktivis dakwah mahasiswa Indonesia yang bersekolah di sana. Nasyid-nasyid tersebut muncul untuk seruan jihad terhadap penindasan umat Islam di Palestina. Di negri jiran Malaysia juga mulai bermunculan grup-grup nasyid yang lagu-lagu mereka ber-ekspansi ke Indonesia, sebut saja grup Nada Murni Al-Arqam, Hijaz, Raihan, dll. Sehingga tahun-tahun tersebut mulai bermunculan nasyid-nasyid di Indonesia. Grup nasyid yang populer dari Indonesia pertama kali adalah Snada. Kemudian disusul oleh nasyid-nasyid yang lain seperti Suara Persaudaraan, Justice Voice, Gradasi, Izzatul Islam, dll. Tahun 2004 adalah puncak jaya-jayanya nasyid di Indonesia. Terbukti di tahun tersebut, penggerak-penggerak nasyid dapat menembus TV Nasional Indosiar dengan acara Fesival Nasyid Indonesia. Yang berhasil menyeleksi 10 tim-tim nasyid terbaik di Indonesia untuk maju di babak final dan muncul di layar kaca nasional. Saat itu yang maju ke babak final mewakili Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah grup nasyid Fatih, dan dimenangkan oleh tim nasyid Al-Veoli dari Bandung. Sejak saat itu mulai banyak grup-grup nasyid, yang biasanya adalah grup acapella, mulai bertebaran di Indonesia. Mulai dari pelajar SMA hingga aktivis mahasiswa.

Seiring berjalannya waktu, perkembangan nasyid mulai pasang surut. Dominasi personil nasyid yang biasanya adalah mahasiswa, akhirnya mengikuti pola mereka. Saat masih mahasiswa mereka adalah personil nasyid, setelah lulus biasanya mulai mencari pekerjaan, dan grup nasyidnya terpaksa harus bubar. Nasyid masih belum bisa menjadi mata pencaharian pokok untuk menghidupi keseharian mereka. Minimnya kaderisasi nasyid juga berperan dalam ikut merosotnya perkembangan nasyid itu sendiri. Belum lagi, munculnya grup band Gigi yang berinovasi membawakan lagu religi dengan gaya rock membuat sebuah terobosan tersendiri bagi perkembangan nasyid. Muncul lagi grup band Ungu yang cukup populer membawakan lagu-lagu religi seperti Surga-Mu, Andai Ku Tahu, Para Pencari-Mu, dll. Sehingga makin tenggelamlah grup-grup nasyid yang baru seumuran jagung di blantika musik Indonesia.

Bu Kun memiliki pengalaman tersendiri saat berkecimpung dengan teman-teman nasyid. Sebagai seorang dosen musik, bu Kun memiliki kesan tersendiri dengan nasyid. “Saat bertemu dengan mahasiswa saya yang memiliki nasyid, mereka memberi kesan yang damai dan santun. Sehingga saya nyaman dengan mereka. Berbeda dengan mahasiswa musik saya yang tidak tergabung dengan nasyid, gaya-nya ya seperti mahasiswa pada umumnya. Tapi personil nasyid cukup berbeda” tuturnya. Itulah yang membedakan nasyid dengan lagu-lagu umum. Dari sisi personilnya sudah memberikan contoh dan teladan dalam menyampikan syi’ar Islam.

Senada dengan Bu Kun, mas Aga juga lebih menekankan pada sisi managerial. Mas Aga yang mengambil thesisnya juga mengenai nasyid itu, banyak memberikan tantangan bahwa mengurus nasyid harus fokus. Sebagain kita menganggap nasyid masih sekedar hobi saja, pada nasyid adalah sebuah perjuangan peradaban. Sehingga seorang penasyid adalah seorang pejuang yang berjuang untuk merubah peradaban lebih baik lagi. Kita dimudahkan bahwa nasyid memili genre yang luas. Nasyid bisa dalam bentuk acapella, pop, dangdut, rock, dll. Genre tersebut tidak ada batasannya, karena toh tidak ada hukum yang melarang atau mewajibkan pada genre tertentu. Tapi, yang perlu diingat harus tidak melanggar batasan syar’i.

Nasyid sangat berbeda dengan lagu-lagu umum yang lain. Dalam membuat lirik nasyid, kita tidak boleh sembarangan. Misal nasyid tentang ke-Tuhanan, kita tidak bisa sembarangan membuat lirik berdasarkan karangan kita sendiri. Namun kita harus belajar dan tahu apa saja sifat-sifat Allah SWT, kebesaran Allah SWT, dll. Sehingga nasyid memiliki muatan ilmu dan sarat makna bagi pendengarnya. Karena nasyid sendiri adalah bentuk seruan dakwah dalam bentuk lagu. Oleh karenanya, kekuatan nasyid terletak pada ruhiyah penasyidnya. Pelantun nasyid akan berhasil menyampaikan pesan nasyidnya pada pendengarnya jika sudah mengamalkan sesuai lagu nasyid yang dia sampaikan. Misalnya lagu nasyid tentang bakti pada orang tua, lagu nasyidnya akan “sampai” pada pendengarnya jika penasyidnya memang sudah sangat berbakti pada orangnya.

Dr. Kun Astusi Sedang Menyampaikan Materi dengan Mas Aga Sekamdo, MM

Dr. Kun Astusi Sedang Menyampaikan Materi dengan Mas Aga Sekamdo, MM

Di sesi siang hari, diisi oleh Diky Fatih dengan materi tentang “Pengenalan Industri Nasyid”. Diky yang berprofesi sebagai seorang musisi nasyid dan pemilik studio DFP Record tersebut banyak menyampaikan tentang siapa dan apa saja yang berperan dalam industri musik, tertutama nasyid. Karen jika grup nasyid ingin dikenal oleh masyarakat luas, maka mau tidak mau grup tersebut harus memiliki sebuah karya yang dituangkan dalam bentuk album. Dalam pembuatan album, grup tersebut harus mengenal siapa pihak labelnya, apa jenis labelnya, dan bagaimana album terssebut harus didistribusikan. Namun, sekarang untuk masuk ke industri musik tidak sesulit jaman dulu. Perkembangan teknologi sangat membantu seorang penyanyi dalam proses recording. Bahkan suara fals pun bisa dibuat tidak fals. Begitu juga dengan pemasaran lagu, sekarang banyak media sosial yang cukup ampuh membantu dalam mempromosikan lagu. Seperti Youtube, seorang penyanyi sekarang banyak bermunculan dari media gratis tersebut. Sehingga, batasan industri musik sekarang cukup lebar. Karena kita sangat mudah mengaksesnya.

Pada sore hari, para peserta dibuat pusing dan muntah oleh mas Era. Mas Era yang cukup lama di bidang pelatihan vocal tersebut, mengajak semua peserta untuk praktek dan latihan pernafasan dan vocalizing. Tak sedikit peserta yang merasa pusing dan ingin muntah saat harus melatih pernafasan diafragma sebagai cara terbaik untuk bernyanyi. Begitu juga melatih dan mengenalkan peserta untuk pernafasan supaya tidak ngos-ngosan saat bernyanyi. Mas Era menekankan bahwa untuk menjadi penyanyi hebat, latihan vocalizing itu wajib hukumnya. Karena supaya bisa terjaga kualitas suara dan pernafasan yang baik. Dan juga membantu kita untuk menjalani aktivitas harian kita lebih fresh. Kurang lebih 2 jam, peserta diajak untuk berlatih bersama dan walau mereka cukup berat, tapi para peserta terlihat ceria dan bersemangat untuk latihan.

Diky Fatih Menyampaikan Tentang Pengenalan Industri Musik

Diky Fatih Menyampaikan Tentang Pengenalan Industri Musik

Mas Era Sedang Melatih Peserta Vocalizing

Mas Era Sedang Melatih Peserta Vocalizing

Pada sesi malam hari, materi yang disampaikan oleh Kang Deni Aden cukup asyik dan berlangsung meriah. Materi tentang “Stage Act Performance” cukup menarik bagi peserta disampaikan oleh Kang Deni sebagai seorang penyanyi nasyid senior yang sering bolak-balik perform di Hongkong, Singapura, dll. Kang Deni memili jargon, “Pede YES dan Nervous NO” tersebut mengajak peserta untuk tidak grogi saat berada di panggung. Kang Deni banyak memberikan tips bagaimana menghilangkan rasa grogi saat di panggung, seperti dengan cara pernafasan, kemudian mengajak komunikasi dengan audience, dll. Peserta juga ditantang untuk maju ke panggung dan bersenandung, dengan ekspresi penghayatan yang dalam.

Kang Deni Sedang Melatih Peserta Bagaimana Perform di Atas Panggung

Kang Deni Sedang Melatih Peserta Bagaimana Perform di Atas Panggung

Di hari kedua, peserta diwajibkan untuk menampilkan nasyid sesuai dengan pembagian kelompok yang sudah ditentukan oleh panitia. Dipandu oleh Firas Bizy dan Akmal Jinan, acara konser pembuktian materi pada hari pertama berjalan dengan seru. Dengan komentator dan juri oleh Muchlis Fatih sebagai ketua ANN Jogja dan Teh Kendy Tiara, komentar-komentar dari penampilan peserta bersifat konstruktif untuk keberlanjutan grup maupun solois nasyid setelah acara JNC. Ketua panitia, Hamim, beserta teman-teman panitia dari UNASCO dan ANN Jogja telah berhasil menyelenggarakan pelatihan nasyid untuk pertama kalinya dengan format camp atau menginap.

So, kita tunggu acar pelatihan nasyid berikutnya. Yang pasti lebih seru, berbobot dan insyaAllah banyak memberi manfaat.

Salah Satu Penampilan dari Peserta Yang Menamakan Grup Nasyid Kamar Hudaya

Salah Satu Penampilan dari Peserta Yang Menamakan Grup Nasyid Kamar Hudaya

Redaksi : Admin

Bibliografi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Lir-ilir

http://id.wikipedia.org/wiki/Nasyid

Sumber: NasyidJogja 16 Februari 2015

Last Updated (Thursday, 19 February 2015 05:44)

 

#ChapelHillShooting tembus 1,7 juta kicauan

#ChapelHillShooting tembus 1,7 juta kicauan
Ribuan orang berkumpul untuk menunjukkan simpati atas tewasnya tiga mahasiswa Muslim di Chapel Hill, Amerika Serikat. (www.twitter.com)
... saya mendapatkan berita lebih banyak dari mereka daripada dari media massa."

Jakarta (ANTARA News) - Twitter #ChapelHillShooting yang menandai kepedulian terhadap pembunuhan tiga mahasiswa Muslim di Amerika Serikat (AS) terus mengalir di lini masa, dan hingga Kamis pukul 17.30 WIB terdapat lebih dari 1,7 juta kicauan.

"Tiga pemuda Muslim di Amerika ditembak mati dengan gaya eksekusi dan semua media bias Amerika diam.." tulis seseorang di Twitter.

Nada bela sungkawa dan simpati dari pengguna Twitter setara kuatnya dengan protes mereka terhadap perlakuan media massa arus utama yang memilih untuk tidak melaporkan tragedi di Chapel Hill.

"Bersyukur ada Twitter dan Tumblr, karena saya mendapatkan berita lebih banyak dari mereka daripada dari media massa," akun @CiciCasta berkicau. (Simak pula: Media Barat "tidur", Twitter pun gaduh)

#ChapelHillShooting pertama kali digunakan Abed Ayoub, Direktur Bagian Hukum dan Kebijakan Komite Anti-Diskriminasi Amerika-Arab.

Twitter memantau #ChapelHillShooting saat ini masih menjadi yang paling aktif di seluruh dunia dan Amerika Serikat. Namun, tagar ini sama sekali tidak mendekati yang terhangat di lini masa Twitter Indonesia.

 

Pewarta: Ella Syafputri Published: Kamis, 12 Februari 2015 18:19 WIB

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2015

 
mymojog
Rumah 300jt di Sleman DIY
Banner
Dekat pertokoan dan stadion
Kotak Pesan
Statistik Kunjungan
Who's Online
We have 2 guests online
Advertisement
Kunjungi Sponsor Kami:
Mojog
Cari Mobil, Motor, Tanah, Rumah, Herbal, dll? kunjungi kami
SMS Gratis
Mau kirim sms gratis?! kunjungi tautan ini
Tanya Jawab Islam
punya pertanyaan tentang Islam. caridisini..
Daaru Hiraa
Pesantren Mahasiswa Daaru Hiraa Yogyakarta
Pusat Al Quran Terpadu
Pusat Al Quran Terpadu.
Ayo tingkatkan traffic / liker / follower, daftar gratis
Link Collider
Ikutan VSI Yuk
Bisa isi pulsa sendiri, bisa jualan pulsa hp, listrik, tiket, dll